Memelihara didikan.
How?
Apakah didikan bias dipelihara? Diberi makan? Diberi minum? Dibuatkan kandang? Dimandikan? Apakah didikan itu hidup sehingga dia harus dipelihara?
Bisa juga didikan itu tidak bisa hidup sendiri sehingga kita harus merawatnya. Didikan seperti seekor kucing yang hilang yang tiba-tiba datang ke dalam rumah kita lewat pintu kucing yang terbuka. Kucing ini membutuhkan tempat perteduhan, kehangatan dan kasih sayang terlebih dari kebutuhannya mencari makanan untuk perutnya.
Apa yang bisa kita lakukan jika didikan kita kondisikan sebagai kucing tersebut? Kadang dia datang secara tiba-tiba dan tak disangka. Kita harus siap menanganinya. Saat kita memeliharanya, itu akan menjadi sebuah sukacita tersendiri.
Seringkali bagi kita orang yang bukan penyayang binatang, merawat sesuatu bukanlah hal yang mudah. Tetapi coba bayangkan saja, bagaimana jika Anda diberi sebuah mobil Ferrari versi terbaru yang Anda bisa gunakan kapanpun dan dimanapun juga. Mobil ini diserahkan kepada Anda untuk dipelihara. Yang jelas Anda tetap punya pilihan, menerima atau menolaknya. Saya pilih menerimanya. Saya akan sangat bersukacita bila punya satu dan pasti saya akan merawatnya (mungkin bukan saya, sopir saya yang akan melakukannya), tetapi pastilah kita akan menyayanginya dan tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya.
Begitu juga, saya piker, yang seharusnya kita lakukan untuk memelihara didikan. Mungkin didikan ini datang dengan tidak sengaja, contoh yang sangat dasar: suatu saat ayah kita datang dengan tidak ada angin dan hujan langsung marah-marah sama kita. Dia mengingatkan tentang kecerobohan yang terjadi berbulan-bulan lalu. Reaksi kita? Mari kita coba untuk menerimanya dengan lapang dan memikirkan apa yang didikan itu katakan. Setelah kita mengerti apa yang harus kita perbaiki, pasti kita bisa terus berjalan menurut didikan itu hari demi hari dan hidup kita pun akan beruntung.
Sunday, 4 October 2009
Subscribe to:
Comments (Atom)
